Tuhan atau Berhala?

Tidak seorang pun dapat melayani dua tuan. Yang terjadi adalah dia akan membenci yang satu dan mengasihi yang lain, atau dia akan menyembah yang satu dan menghina yang lain. Kamu tidak bisa melayani Tuhan dan Uang (Mat. 6:24)

Orang-orang mati dan berbohong untuk hal ini. Mereka mengutuk dan menyimpan hal ini. Mereka menghabiskan atau meminjamkan hal ini. Kamu bekerja untuk hal ini dengan seluruh hidupmu, tetapi kamu tidak dapat membawanya ketika kamu mati. Kamu dapat menggunakannya untuk kerajaan Allah dan menolong orang dari upah dosa atau membiarkannya memperbudakmu dan memimpinmu ke dalam dosa. Dunia kita berputar di sekitar mereka yang memiliki uang dan bagaimana menggunakan uangnya. Orang-orang miskin memiliki ilusi bahwa uang dapat membuat mereka bahagia; orang kaya menemukan bahwa uang tidak dapat membuatnya bahagia.

Ada lebih dari 2.300 ayat tentang menangani uang dalam Alkitab. Yesus merangkum masalah pada ayat hari ini. Bacalah tambahan pandangan dari Patrick Morley mengenai ayat ini:

Kata serve/melayani diterjemahkan “menjadi budak terhadap …, baik secara literal/figuratif, secara rela atau tidak rela.”

Ini bukanlah pertanyaan mengenai kelayakan, “Kamu seharusnya tidak melayani Allah dan Uang.” Itu dapat menjadi pilihan prioritas.

Ini bukanlah sebuah pertanyaan akuntabilitas, “Kamu tidak boleh melayani Allah dan Uang.” Itu dapat menjadi pilihan moral.

Ini lebih mengarah ke ketidakmustahilan, “Kamu tidak dapat melayani Allah dan Uang.” Tidak ada pilihan; setiap kita melayani hanya 1; dan hanya 1 tuan. Kita menjadi budak hanya pada 1 tuan saja, menjadi budak Allah atau menjadi budak uang.

Apa perspektifmu tentang uang? Apa yang kamu pelajari tentang uang dan kepemilikan saat dirimu tumbuh dewasa? Uang sendiri pada dasarnya tidaklah buruk. Kita membutuhkan uang dan uang itu bermanfaat. Akan tetapi kita juga butuh sebuah panduan finansial. Kenapa tidak membaca Kitab Amsal? Bacalah satu pasal sehari dan tulislah apa yang dikatakan tentang uang. Ini akan mengubah masa depan finansialmu.

Sumber: H. Norman Wright. Strong to the Core. Oregon: Harvest House Publishers.