Perisai Iman

Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman. Ef. 6:16

Adakah sesuatu di dalam hidup Anda yang menghalangi Anda menikmati kebahagiaan yang utuh? Sudah tentu iman Anda dapat menolong. Kedagingan selalu bersifat pengecut dan menyukai kemudahan, dan sekalipun pembenaran dan pengudusan adalah kepastian, kedagingan tidak bahagia karena mengalami kemiskinan, salib, dan tekanan yang harus ditanggungnya. Oh, betapa iman dapat bersinar terang dan menang atas natur dan daya nalar – tidak hanya bertahan, tetapi malah mengalahkan dan bersukacita di dalam kesesakan! Iman dapat menjadikan Anda sekeras batu cadas, serupa pohon nyiur yang tidak akan tumbang karena beban seberat apapun, atau bagaikan minyak yang senantiasa mengambang di atas air walaupun air itu terus dituangkan ke atasnya. Ini adalah mahkota dan kemuliaan iman.

Iman mengatasi hambatan-hambatan besar. Perahu kecil memang baik-baik saja dalam cuaca tenang, dan orang biasa dapat berdiri tegak di tengah hembusan angin sepoi-sepoi. Sebaliknya, tatkala badai besar menerpa, dan gelombang demi gelombang menerjang, jasmani menyerah, semangat memudar, hati pun kecut. Kemampuan untuk berdiri tegak di tengah badai dahsyat dan untuk tetap hidup dan berjaya merupakan karya dari iman. Iman ini berpedoman pada Firman Tuhan sebagai kompasnya, dan Kristus adalah sang juru mudinya. Kesesakan terberat hanyalah pelatihan bagi dan sarana pertunjukan kemegahan iman. Manusia diagungkan ketika mereka berhasil menjinakkan harimau; padahal apa istimewanya jika dibandingkan dengan iman yang sanggup membuat aib, kemiskinan, penyakit, penganiayaan, pengucilan, ya, dan bahkan kematian sendiri, menjadi tak mengganggu dan dapat ditanggung?

Orang percaya memiliki keuntungan besar karena iman mereka. Satu-satunya kesalahan mereka adalah kurang ahli atau gagal memanfaatkan perisai iman tatkala anak panah tiba-tiba melesat menyasar mereka. Ketika badai datang, segeralah berlari dan bangunkan iman Anda yang sedang tertidur. Gedorlah pintunya. Bekerjalah, oh iman! Ambillah obat ini sebagai minuman penghiburan bagi iman: tidak ada kesulitan sekecil apapun yang dapat mengenai Anda tanpa pengaturan dari mata dan tangan Allah. Ia bukan saja Allah kita yang penuh hikmat, tetapi Ia juga Bapa yang lembut. Ia tahu siapa kita dan memberikan ukuran salib yang sedemikian tepat bagi setiap kita seperti seorang apoteker menakar obat bubuk.

 Samuel Ward (1572-1643), Sermons, hlm. 33-36; Richard Rushing – Voices from the past, Momentum 2017