Kuat dalam Tuhan

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Ef. 6:10

Metode apa yang seharusnya digunakan seorang percaya dalam peperangan rohani hingga dapat menundukkan dan mengalahkan musuhnya? Bawalah hawa nafsu Anda di bawah kendali rasio Anda. Akankah Anda membiarkan nafsu liar Anda itu menindas dan menjadi pengkhianat jiwa Anda sendiri? Akankah Anda mengizinkan ambisi Anda bangkit dan berkembang liar menjadi “senjata makan tuan”?

Bangkitkanlah rasio Anda dan tempatkan rasio sebagai tuan. Betapa bodohnya manusia yang dikuasai oleh nafsu. Tidak ada hal lain yang lebih konyol dan hina. Jika nafsu Anda mengalahkan rasio, desaklah hati nurani Anda untuk melaksanakan tugasnya, dan carilah dukungan Kitab Suci. Jika perintah Allah yang penuh kasih tidak dapat menghalangi Anda, kiranya kengerian dan halilintar ancaman-Nya dapat membujuk Anda. Bukalah semua tirai hati Anda dan tunjukkanlah keagungan Allah dan tanyalah apakah hati Anda menyadari bahwa Allah sedang mengawasi. Katakan berulang-ulang ke dalam hati Anda bahwa Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Upayakan untuk mengubah aliran nafsu Anda ke arah yang berbeda. Jika Anda menginginkan kesia-siaan sanjungan manusia, cobalah pikirkan betapa konyolnya bagi seorang hukuman untuk menyukakan dirinya dengan penghormatan dari sesama narapidana, dan lupa bahwa ia adalah orang yang sudah terbukti bersalah di muka hakim.

Apabila cara-cara ini tidak membantu, rebahkanlah diri Anda untuk berdoa. Bersujudlah di bawah kaki Allah. Katakan kepada Allah bahwa Anda tidak akan bangkit sebelum Ia memberi Anda satu tanda kebaikan. Barangkali kadang-kadang Anda dapat menambahkan doa dengan berpuasa. Ketika Anda sudah melakukan semua ini, bangunlah dan pasanglah perisai iman. Kenakanlah keyakinan yang gagah perkasa di dalam kuasa dan kesetiaan Allah, dan di dalam nama dan keagungan Allah semesta alam untuk menggembur nafsu Anda. Allah tidak pernah mengecewakan mereka yang memandang kepada-Nya. Orang percaya yang menaruh harapan di dalam Allah tidak akan pernah dipermalukan. Nama Allah adalah Menara yang kokoh. Serahkanlah kekhawatiranmu kepada-Nya dan harapkanlah belas kasihan serupa yang diperoleh Yabesh-Gilead dari Saul: “Besok pada waktu panas teriknya matahari akan datang bagimu penyelamatan.” (1 Sam. 11:9)

Sumber: John Gibbon (1648-1721), Puritan Sermons 1659-1689, I:101-107; Richard Rushing – Voices from the past