Keamanan Rumah Tangga

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; Efesus 6:11

Apakah rumah tangga Anda dibangun di atas fondasi yang kuat? Apakah rumah tangga Anda tenang-tenang saja? Atau dipenuhi dengan ketegangan? Dan hampir bercerai?

Keluarga adalah institusi yang paling penting di dunia. Ini ide Allah sejak semula, bukan ide dari para sosiolog yang berpikir mungkin ini cara yang baik untuk mengirimkan surat!

Keluarga ada sebelum ada kota, pemerintahan, bahasa, tulisan, bangsa-bangsa, pemujaan, dan gereja. Di dalam rumah tangga, karakter dan sikap dibentuk, integritas dilahirkan, nilai yang kita hidupi diperjelas, dan sasaran diatur. Semua ini berlangsung sepanjang hidup.

Banyak orang hari ini meremas tangan mereka dengan ketakutan dan ketidakamanan karena apa yang terjadi dalam keluarga dan rumah tangga jauh lebih mengerikan daripada yang mereka lihat di Wall Street atau di Washington D.C.

Nehemia berkata, “… puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini” (Neh. 4:10b). Kita melihat puing di mana-mana – puing di televisi, di film, di majalah yang mengolok-olok rumah tangga, mengolok-olok pernikahan, yang merupakan salah satu institusi yang terkudus dari semua institusi. (Pada sebuah program televisi, seorang wanita terkenal ditanya apakah ia percaya pada institusi pernikahan. “Tentu saja,” jawabnya. “Tetapi siapa yang mau tinggal dalam institusi?” Ini ejekan khas yang sekarang dilontarkan kepada rumah tangga dan pernikahan, khususya oleh mereka yang bercerai atau hiup bersama tanpa menikah.)

Saat ini, iblis sedang menyerang keluarga, tidak seperti sebelumnya. Tetapi apakah yang menjadi pertahanan kita terhadap serangan-serangan semacam itu? Pertahanan terbaik kita adalah firman Allah, Paulus menyebutnya sebagai “Pedang kebenaran.” Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah. Bacalah Alkitab bersama keluarga. Milikilah mezbah keluarga. Doakanlah satu sama lain setiap hari satu persatu. Dan yang paling penting, abdikanlah pernikahan Anda kepada Kristus dan jadikanlah Dia sebagai pusat rumah tangga Anda.

Disadur dari Buku: Unto the Hills- Billy Graham