Keadilan Allah

Allah akan memberi setiap orang menurut apa yang dia telah lakukan.
Roma 2:6

Pernahkah kamu jijik dengan sistem keadilan kita? Ada waktunya di mana orang-orang tak bersalah malah dapat hukuman dan orang-orang yang bersalah malah dibebaskan. Kasus-kasus terbuka dan tertutup dalam menghukum narapidana dapat begitu saja dibuang keluar dari pengadilan karena masalah teknis yang minor sehingga para narapidana bebas untuk memangsa masyarakat lagi. Seringkali seorang yang baru melakukan pidana pertama kali karena kesalahan yang minor, malah dapat hukuman yang lebih lama daripada kasus berat yang dilakukan berulangkali oleh penjahat. Apakah benar masih ada keadilan?

Tunggu dulu. Masih ada keadilan di luar sana, yaitu Allah. Dia satu-satunya yang adil di dalam segala perbuatan yang Dia lakukan. Allah merupakan Allah yang benar, konsisten, dan adil. Ketika Dia menghukum, tidak terlalu berat maupun terlalu ringan. Hukumannya adil.

Ada waktu-waktu di mana kita tidak melihat keadilan Allah. Kita heran di mana Allah dan mengapa Allah diam. Kita berpikir harusnya Allah intervensi. Di waktu-waktu itu, kita perlu ingat bahwa waktu-Nya bukanlah waktu kita dan itulah kenapa kita tidak melihat gambaran yang menyeluruh. Beberapa berkata “Bagaimanakah Allah adil?” Ya, Allah memberi hadiah kepada mereka yang mengasihi-Nya di setiap generasi. Mereka melakukan apa yang Allah lakukan. Paulus melihat kepada “Hakim yang Benar” untuk membalasnya karena Paulus sudah melakukan pertandingan yang baik (2 Tim. 4:7-8). Allah menghukum mereka yang melanggar hukum-hukum-Nya (Roma 2:9). Dalam Wahyu 16, disebutkan Dia akan menghakimi dunia ini pada akhir zaman.

Allah itu adil, dan Dia juga baik. Dia dapat melihat para pelanggar huukum dan melihat dosa mereka, tetapi ketika seorang pribadi mengakui dosanya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, orang tersebut akan mengalami pengampunan Allah. Tidak ada lagi pembayaran lebih yang diperlukan untuk apa yang sudah dia lakukan. Orang lain telah membayarnya yaitu Yesus. Ini membuat sebuah kata baru di samping keadilan. Yang disebut kasih karunia.

 Sumber: H. Norman Wright. Strong to the Core. Oregon: Harvest House Publishers.