Kasih Karunia yang Cukup

Tetapi jawab Tuhan kepadaku “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu”. (2 Kor. 12:9)

Iman menyadari bahwa keadaan kita saat ini bukanlah sebagai akibat dari kapak penghakiman, melainkan karena pisau pemangkas berbentuk penderitaan. Ini bukanlah cawan minuman untuk meracuni melainkan untuk mengobati, oleh karenanya tidaklah menjadi masalah betapapun pahit rasanya. Anda dipelihara oleh kuasa-Nya dan si jahat tidak dapat menyentuh Anda. Anda berada di pelabuhan yang aman terlindung oleh batu karang Kristus. Anda tidak akan pernah dipermalukan. Apabila ada sakit-penyakit atau kemiskinan, hal ini ada dalam kendali tangan Bapa Anda sendiri. Jika ada satu cambukan dari tangan musuh yang dengki, Bapa Anda berada di sisi Anda, memperhatikan, dan memastikan jumlah bilur yang selayaknya. Iblis tidak dapat merasuk ke mana pun kecuali ke kumpulan babi itu. Allah mengenal batas kekuatan Anda dan tidak akan mengizinkan mereka menentuh Anda melebihi apa yang sanggup Anda tanggung. Hiikmat dan anugerah-Nya akan cukup bagi Anda.

Iman menjamin Anda lebih lanjut bahwa Allah tidak hanya mengendalikan beratnya salib Anda, Allah juga menentukan bahwa semua itu akan menghasilkan manfaat terbesar yang dimungkinkan bagi Anda. Diatur oleh Bapa yang mengenal siapa Anda, salib itu akan menghasilkan apa yang terbaik bagi Anda. Tatkala Anda merasa hati Anda kelabu saat ini, ingatlah Anda akan menjadi lebih baik di hari-hari setelahnya.

Iman mengingatkan kita bahwa Kristus adalah Rekan kita di masa penderitaan. Ia memikul bagian terberat dari beban kita. Dalam perjalanan-Nya menuju pemuliaan, Yesus menderita karena mahkota duri, diludahi, ditampar, diejek, dan dicemooh orang-orang berdosa yang keji dan telah menunjukkan diri-Nya sebagai Anak Allah, bukan dengan cara turun dari salib, tetapi dengan menanggungnya.

Apabila Anda berhasrat menjadi murid-Nya, pelajaran pertama yang diajarkan di sekolah-Nya adalah salib. Sangkallah diri Anda, pikullah salib itu, dan ikutilah Dia. Terimalah kemuliaan bersama para martir, dan Guru kita. Iman menetapkan di hadapan salib pembayaran ganjaran yang tak terbatas dan kemuliaan yang kekal. Dibandingkan dengan hal ini, Paulus menganggap penderitaannya ringan dan singkat saja. Hal ini telah membuatnya bernyanyi di dalam penjara bawah tanah. “Kemalangan orang benar banyak, tetapi oleh iman kita berdiri tegak, oleh iman kita berjuang, oleh iman kita menang.”

Samuel Ward (1572-1643), Semons, hlm. 33-36; Richard Rushing – Voices from the past, Momentum 2017