Jangan Menyerah!

Aku dapat melakukan segalanya melalui Dia yang senantiasa memberiku kekuatan. (Fil. 4:13)

Seringkali kita membiarkan apa yang dikatakan orang tentang kita membatasi kita. Seringkali kita membiarkan kemunduran membatasi kita juga. Kita bisa menyerah atau kita bisa maju. Pertimbangkan di mana kita akan ada hari ini jika orang-orang ini telah tunduk dan menyerah!

“Sebagai seorang komposer, dia tak ada harapan.” Itulah yang dikatakan guru musik Beethoven tentangnya.

Ketika Isaac Newton di sekolah dasar, evaluasi pekerjaannya bernilai rendah.

Salah satu guru Thomas Edison mengatakan bahwa dia tidak mampu belajar.

Guru musik Caruso mengatakannya bahwa dia tidak punya suara apapun.

Einstein tidak bisa bicara sampai umur 4 tahun, dan tidak bisa baca sampai umur 7 tahun. Dia bergumul dengan disleksia.

Walt Disney dipecat oleh seorang editor koran karena dia tidak punya ide-ide yang baik.

Editor Louisa May Alcott mengatakan bahwa tulisan-tulisannya tidak akan pernah menarik bagi siapapun.

Seseorang pernah mengevaulasi Henry Ford sebagai seseorang yang “Tidak menjanjikan.”

Admiral Richard Byrd telah mendapat evaluasi sebagai “orang yang tidak cocok untuk pelayanan.”

Tebaklah siapa yang pernah gagal pada kelas 6 SD? Winston Churchill.

The Royal College memberikan evaluasi pada Louis Pasteur sebagai “Mediocre” (Biasa-biasa saja) dalam kimia.

Untungnya, orang-orang ini tetap berjuang maju. Demikianlah mereka yang dalam Alkitab yang menghadapi hambatan-hambatan termasuk orang-orang yang tidak percaya pada mereka. Allah akan mengatasi kegagalan dan kesalahan kita dan membuat kegagalan dan kesalahan itu menjadi sebuah pengalaman-pengalaman yang mendidik.

Sumber: H. Norman Wright. Strong to the Core. Oregon: Harvest House Publishers.