Empat Tingkatan Relasi

Biarlah firman Kristus secara limpah diam dalam kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan saling memperingatkan seorang akan yang lain, sambil meyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, sambil mengucap syukur kepada Allah dalam hatimu. (Kolose 3:16)

Seperti apakah relasimu dengan orang lain? Apakah relasi itu merupakan relasi yang dalam, atau hanya so-so/biasa saja? Ada 4 level relasi. Mari kita perhatikan relasi-relasi ini:

  1. Minimal relationships. Relasi minimum mencakup tingkat interaksi verbal permukaan yang merupakan ramah-tamah secara umum. Orang-orang tidak memberi atau menerima pertolongan, dukungan emosional, atau menerima kasih dari satu dengan yang lain. Mereka hanya saling bicara dan mendengarkan ketika harus atau merupakan keharusan.
  2. Moderate relationships. Sebuah relasi moderat memiliki karakteristik dari relasi minimum tetapi ada tambahan emosi. Kamu ingin dukungan emosional dan ingin memberikannya. Keterbukaan memampukan kedua pihak saling mendengarkan luka hati, kepentingan, sukacita, dan kebutuhan mereka. Idealnya, keterbukaan merupakan jalan dua arah, tetapi ketika bukan jalan dua arah, orang-orang percaya dipanggil untuk merespons dengan terbuka. Relasi ini terjadi melalui inisiatif pengambilan langkah dari keterbukaan dan dukungan. Orang lain akan ikut menyusul atau mereka bisa mundur.
  3. Strong relationships. Perbedaan antara sebuah relasi moderat dan yang kuat, ditemukan dalam kata ‘help’. Relasi kuat berkembang ketika kamu betul-betul menjadi terlibat dengan orang-orang melalui menjangkau dan melayani mereka dengan cara yang nyata/jelas. Kamu siap menyediakan pertolongan ketika mereka membutuhkannya, dan kamu menerima pertolongan dari mereka ketika kamu membutuhkannya.
  4. Quality relationships. Relasi ini memiliki elemen-elemen dari tingkatan relasi sebelumnya, akan tetapi ada tambahan percaya dan kasih. Kamu merasa aman dengan orang-orang ini dan mereka membuatmu dapat menyingkapkan kebutuhan, pemikiran, dan perasaanmu yang terdalam. Kamu mengundang mereka untuk berbagi kebutuhan, pemikiran, dan perasaan mereka, dan mereka rasa nyaman untuk melakukannya.

Siapakah orang-orang dalam hidupmu hari ini yang cocok dengan klasifikasi tersebut? Apa perasaanmu kepada mereka? Berapa sering kamu berdoa untuk mereka dan bagaiana kamu berdoa untuk mereka?

Sumber: H. Norman Wright. Strong to the Core. Oregon: Harvest House Publishers.