Demi Kamu

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. (Yoh. 17:18-19)

Yesus Kristus sepenuhnya memisahkan diri-Nya secara khusus demi orang-orang percaya. “Tuhan, hukuman telah Kau ambil, sehingga pembenaran dapat menjadi milikku; kesengsaraan Kau ambil, sehingga kemenangan menjadi milikku; kesakitan yang Kau tanggung, membuahkan kelegaan bagiku, oleh bilur-bilurMu aku dipulihkan; cuka bercampur empedu jadi bagian-Mu, madu dan rasa manis lainnya jadi bagianku; kutukan jadi bagian-Mu, sedangkan berkat-berkat bagianku; mahkota duri bagi-Mu sehingga mahkota kemuliaan dapat menjadi milikku; kematian jadi bagian-Mu dan hidup kekal jadi milikku!”

Jika Yesus sepenuhnya telah memisahkan diri-Nya secara khusus demi orang-orang percaya, bukankah sangat logis bagi orang-orang percaya untuk mengkhususkan dirinya demi Kristus. Ia telah meninggalkan kenikmatan tertinggi di pangkuan Bapa-Nya, dan mengkhususkan diri-Nya untuk menanggung kematian dan penderitaan demi Anda. Relakah Anda meninggalkan pangkuan kenikmatan terbaik dan termanis yang Anda miliki di dunia dini demi melayani Dia? Ia tidak menolak bagian terburuk dan terberat dari pelayanan-Nya demi Anda, bahkan sampai berdarah, mengerang, dan merintih, dan sekarat hingga mati.

Oh jiwa-jiwa berbahagia yang telah ditunangkan untuk Kristus! Bukankah Dialah segalanya bagi kita, dan pantaskah jika kita bukan apa-apa bagi-Nya? Semua yang Dia perbuat dan tanggung adalah demi kita. Oh, oleh karenanya, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Rm. 12:1). Marilah kita katakan: “Karena bagiku hidup adalah Kristus” (Fil. 1:21). Oh, kiranya semua yang mengaku beriman di dalam Kristus dapat menghidupi ini: “sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.” (Rm. 14:8)

Demikianlah keberadaan seorang percaya! Siapakah orang percaya, selain orang yang berdedikasi kepada Tuhan? Pertukaran yang membahagiakan! Kristus berkata: “Semua milik-Ku adalah milikmu,” dan kita berkata: “Walaupun diriku bobrok, dan tidak layak untuk diterima, tetapi sebagaimana adanya, itu menjadi milik-Mu sekarang. Seluruh jiwa ragaku serta semua kemampuanku, dan setiap anggota tubuhku; kelebihan-kelebihanku, waktu, dan semua bakatku adalah milik-Mu.”

John Flavel (1627-1691), Works, I:101-103;Richard Rushing – Voices from the past, Momentum 2017