Bapa Sorgawi Kita

Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai… namun demikian diberi makan oleh Allah. (Luk. 12:24)

Jika Allah adalah Bapa sorgawi kita, marilah kita berperilaku sebagai anak-anak-Nya. Marilah kita bergantung pada-Nya di dalam semua kekurangan dan kesulitan kita. Marilah kita meyakini bahwa Ia yang akan menyediakan kebutuhan kita, seperti anak-anak bergantung pada orangtua mereka untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan mereka. Jika kita mengandalkan Allah untuk keselamatan, masakan kita tidak mengandalkan Dia untuk urusan kehidupan kita? Kita perlu berhati-hati menghindari ketidakpercayaan. Masakan Allah memberi makan burung-burung di udara tetapi anak-anak-Nya tidak diberi makan? Perhatikan bunga bakung; mereka tidak memintal, bahkan Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Masakan Allah mendandani bunga bakung, dan tidak mendadani anak-anak domba-Nya? Bahkan orang fasik sekalipun turut mencicipi kelimpahan-Nya.

Anak-anak-Nya mungkin tidak memiliki banyak barang dalam hidup ini – mereka mungkin memiliki hanya sedikit persediaan makanan; simpanan persediaan telah menipis dan hampir kosong – tetapi mereka akan mendapat sebanyak yang Allah pandang baik bagi mereka. “Tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!” (Mzm. 34:10)

Jika Allah tidak memberikan apa yang mereka inginkan, Ia akan memberikan apa yang baik buat mereka. Jika Ia tidak menyediakan pesta, Ia tetap akan memberikan apa yang dibutuhkan. Sekalipun Ia tidak menyediakan pesta, Ia tetap akan memberikan bagian mereka. Andalkanlah pemeliharaan Bapa dan jangan memberi tempat pada pemikiran-pemikiran yang mencurigai Allah dan jangan mengalihkan perhatian dari-Nya. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Pet. 5:7)

Orangtua jasmaniah tentu sayang kepada anak-nya, dan dengan senang akan menyediakan kebutuhan anaknya, tetapi mungkin mereka tidak mampu; tetapi Allah tidak pernah tidak mampu menyediakan kebutuhan bagi anak-anak-Nya, dan Ia telah menjanjikan persediaan yang memadai. Masakan Allah yang mengaruniakan sorga kepada anak-anak-Nya tidak mencukupkan mereka selama dalam perjalanan ke sana? Masakan Dia yang memberi mereka kerajaan sorga tapi mengabaikan makanan sehari-hari mereka? Oh, andalkanlah Dia, karena Ia telah berjanji: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibr. 13:5)

Thomas Watson (1620-1686), The Lord’s Prayer, Hlm. 27-28; Richard Rushing – Voices from the past